Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keutamaan Shalawat Al Nuranniyah Bersama Gus Dila

 

Shalawat Al Nuranniyah

Malam itu sekitar jam 10:00  tiba tiba saja notifikasi Facebook mengatakan ada teman yang melambaikan tangan

 
Mengingat fitur itu sangat jarang di gunakan, saya menjadi penasaran siapa yang malam malam begini melambaikan tangan 


Setelah saya cek ternyata Gus Dila
Secara personal saya tidak mengenal siapa  beliau, namun di sosial media beliau adalah salah satu teman Facebook  yang saya kagumi.

Karya tulisannya sungguh menakjubkan dari penggunakan EYD sampe penyampaian tulisan dan isinya sungguh berbobot.


Percakapan pembuka pun kami buka sekedar menanyakan lokasi sedang dimana,
Karena ternyata jaraknya sangat dekat, kemudian kami memutuskan untuk bertemu keesokan harinya di waktu sore

Dan benar saja dugaan ku kami bertemu layaknya teman yang lama tidak berjumpa, mungkin karna ada kesamaan pemikiran dalam kehidupan
Atau menurut beliau ada 2 hal yang menyebabkan manusia bisa bertemu

1 ada hubungan darah

2 ada kesamaan amalan yang di kerjakan

Kira kira gambaran nya seperti ini
Ada hubungan darah misalkan dari jalur leluhur mempunyai jalur yang dekat bisa berupa darah keturunan atau hubungan keterikatan leluhur
Misal mungkin leluhurnya dahulu pernah berteman atau pernah berguru pada leluhur yang lainnya


Sedangkan hubungan karna amalan yang di kerjakan biasanya mempunyai kecendrungan yang sama dalam hal ibadah, wirid, kebiasaan atau hobi.


Lama kami bincang-bincang saling menanyakan identitas masing masing
sampe pada suatu bahasan sholawat
Gus Dila menyinggung tentang keutamaan shalawat Al nuranniyah, saya yang terus terang baru mendengar shalawat ini tertarik menyimak nya.


Dikatakan tentang shalawat al Nuraniyah/Badawi Kubro Imam al Badawi menganjurkan seseorang membaca sholawat ini dalam keadaan mempunyai Wudhu atau biasa di sebut dalam keadaan auci

Bersucilah seakan-akan hadir dan berada menghadap cahaya Rasulullah Saw. secara istiqamah selama 40 hari, seratus kali setiap hari, karena ia akan mendapatkan cahaya dan kabar yang tidak bisa ia ketahui kecuali atas izin Allah.


Gus Dila pun mengirimkan teks nya melalui WhatsApp dan menganjurkan saya untuk mengamalkannya
Berikut teks shalawat Al Nuranniyah kiriman Gus Dila

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلٰى سَيِّدِناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ شَجَرَةِ اْلأَصْلِ النُّوْرَانِيَّةِ، وَلَمْعَةِ الْقَبْضَةِ الرَّحْمَانِيَّةِ، وَأَفْضَلِ الْخَلِيْقَةِ اْلإِنْسَانِيَّةِ، وَأَ شْرَفِ الصُّوْرَةِ الْجَسْمَانِيَّةِ، وَمَعْدِنِ اْلأَسْرَارِ الرَّبَّانِيَّةِ، وَخَزَائِنِ الْعُلُوْمِ اْلإِصْطِفَائِيَّةِ، صَاحِبِ الْقَبْضَةِ اْلأَصْلِيَّةِ، وَالْبَهْجَةِ السَّنِيَّةِ، وَالرُّتْبَةِ الْعَلِيَّةِ، مَنِ انْدَرَجَتِ النَّبِيُّوْنَ تَحْتَ لِوَائِهِ، فَهُمْ مِنْهُ وَاِلَيْهِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ مَاخَلَقْتَ، وَرَزَقْتَ وَأَمَتَّ وَأَحْيَيْتَ اِلَى يَوْمِ تَبْعَثُ مَنْ أَفْنَيْتَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًاكَثِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ



Kalau kita baca menggunakan bahasa Indonesia teks latinnya seperti ini


Allahumma Shalli wa sallim wa baarik 'alaa sayyidinaa wa maulana Muhammadin Syajaratil Ashl an-Nuraniyyah wa lam'atil qabdhatir rahmaaniyyah wa afdhalil Khaliiqatil insaaniyyah wa asyrafish shuuratil jismaaniyyah wa ba'dinil asraarir rabbaaniyyah wa khazaainil 'uluumil ishthifaaiyyah shaahibil qabdhatil ashliyyah wal bahjatis saniyyah war rutbatil 'aliyyah manin darajatin nabiyyuuna tahta liwaaihi fahum minhu wa ilahi wa shalli wa sallim wa baarik 'alaihi wa 'alaa aalihi wa shahbihi 'adada maa khalaqta warazaqta wa abatta wa ahyaita ilaa yaumi tab'atsu man afnaita wa sallim tasliiman katsiira wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.


Sambil mengamati tulisan shalawat yang dikirimkan Gus Dila saya sedikit meraba raba arti dan Terjemahannya
Sampai pada keseluruhan terjemahan di pahami secara drastis antusias saya meningkat untuk mengamalkannya
Dan nilah terjemahan shalawat Al Nuranniyah


Terjemahannya: "Ya Allah, bershalawatlah, bersalamlah, dan berkatilah sayyidina wa maulana Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, pohon sumber cahaya, kilatan sentuhan kasih sayang, seutama-utamanya manusia, semulia-mulianya bentuk jasad, tempat mendulang rahasia-rahasia ketuhanan, khazanah ilmu-ilmu pilihan, pemilik sentuhan universal, kebanggaan yang agung, derajat kedudukan yang tinggi di mana para nabi bergabung di bawah benderanya, mereka bersumber darinya dan akan kembali (berlindung) kepadanya. Dan bershalawatlah, bersalamlah, dan berkatilah beliau, dan kepada keluarga dan para sahabat beliau sebanyak bilangan makhluk yang telah Engkau ciptakan, lalu engkau beri rizki, lalu Engkau matikan dan Engkau hidupkan hingga hari di mana Engkau membangkitkan kembali makhluk yang telah Engkau hancurkan, dan bersalamlah dengan salam yang sebenar-benarnya, dan Segala pujia bagi Allah Tuhan semesta alam."



Sebenarnya masih banyak yang kami bicarakan yang mungkin akan saya tulis di lain waktu untuk sementara ini saja yang saya sampaikan

Semoga bermanfaat

Post a Comment for "Keutamaan Shalawat Al Nuranniyah Bersama Gus Dila "