Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesendirian itu menyakitkan

 


Kesendirian itu menyakitkan

Kesendirian itu menyakitkan 


Sendiri dan mandiri adalah kata yang di ulang-ulang di saat aku belajar bersihin ingus tapi percayalah ada tafsir yang salah di situ 

Bertahun-tahun aku di pahat dalam kesendirian dari mulai belajar kerja sampai berwirausaha tetap menyisakan kesedihan setelah pernikahan pun sejatinya aku sendiri di negri orang.

urang Sunda berkata lieuk dengeun- Liuek dengeun 

Melihat kiri kanan semua orang lain 

bukan saudara atau teman.


Mengatasinya dengan membangun pertemanan tapi kemudian berakhir perpisahan 

Ada yang pisah karna tempat, ada yang karna alasan pekerjaan

Dan akhirnya Kembali dalam kesendirian 

Lagu dewa 19 yang di bawakan once yang dulu aku lantunkan dengan penuh penghayatan 

Yang aku banggakan untuk meminang kata cinta 

Yang aku buktikan dalam lipatan kertas bertanda hati untuk cinta remaja ku

Kini menjadi kutukan dalam narasi sendiri di tengah keramaian

Kusaksikan pula seorang teman amat kehilangan pasangan yang kisah nya saja sanggup meneteskan air mata 

Padahal seingatku dia teman yang periang.

Kesendirian ini sanggup melemparkan ingatan ku 

Teringat bermain prosotan walau bokong terasa panas

Teringat riangnya menemukan biji muncang walau rebutan sesama teman di sertai cacian kotor

Sambil berlari mendekap biji muncang

Melukis daya khayal masa lalu yang kadang menciptakan kerinduan pertemuan 


Tak heran lah kenapa Nabi Adam meminta Siti Hawa untuk mendampingi

Semua keindahan lenyap dengan kesendirian 

Aku bersyukur aku hanya sedang merasa

Tidak benar -benar kehilangan 

Hanya berupa gangguan motivasi dari akibat begadang dan masuk angin







Post a Comment for " Kesendirian itu menyakitkan"