Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Doa Nabi Khidir yang mempunyai amalan istimewa

 

Doa Nabi Khidir AS 

Masih teringat obsesi masa lalu sewaktu masih di pondok pesantren alhuda tentang harapan dan keinginan bertemu dengan Nabi khidir as

Ya. Nabi khidir dengan kisahnya yang di abadikan di dalam surat al kahfi tenteng pertemuannya bersama Nabi Musa as seakan satria terhipnotis akan keluasan ilmu Nabi khidir

pengetahuannya yang tinggi telah memberikan hikmah dari kisah mereka berdua  sebut saja tentang hikmah tiga perbuatan yang di lakukan oleh nabi khidir

yang di antaranya seperti penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim kesalehan seseorang akan membuatnya di jaga keturunannya dan keberkahan ibadahnya yang meliputi dunia akhirat karena ternyata kisah 2 anak yatim dalam surat  Al-Kahfi : 66-70  tidak di sebutkan kesalehan kedua anak itu akan tetapi mereka berdua di jaga karena kesalehan kedua orang tua mereka dan hal yang lebih mencengangkan lagi selisih antara kedua anak yatim dan orang tua yang saleh itu adalah tujuh generasi leluhur.

maksudnya “orang tua yang saleh” pada ayat tersebut adalah kakek pada generasi urutan ketujuh dari anak yatim tersebut,

bukanlah orang tua kandung mereka berdua . Tajudin Naufal dalam Hadiqatul Auliya’-nya mengatakan, bila ketakwaan kakek yang ketujuh saja dapat memberikan kemanfaatan bagi keturunannya yang ke tujuh, lalu bagaimana pendapat kita dengan ketakwaan orang tua kandung? 

Pada masa itu kerinduan bertemupun sangat lah tinggi karena menurut pendapat yang kuat Nabi khidir as masih hidup dan belum mati

Seperti kita tahu ada Para nabi yang di taqdirkan masih hidup seperti Nabi ilyas,Nabi isa as yang di angkat ke langit begitupun Nabi khidir as menurut pendapat yang kuat. Dan kata senior santri pertemuan itu bisa di usahakan dengan cara memantaskan diri terlebuh dahulu untuk bertemua dengan nabi khidir

Nah. Dalam tulisan ini satria tidak akan mengupas tentang amalan untuk bertemu dengan nabi khidir minimal bertemu dalam mimpi mungkin di lain kesempatan

akan tetapi satria akan menuliskan sesuai judul yaitu

doa nabi khidir yaitu sebagai berikut


Doa Nabi Khidir AS arab


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ،

 وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ 

، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَّدُ إِلَيَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثِّقَةَ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسَانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيمُ، وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ


Doa Nabi Khidir AS latin


Allahumma Sholli alaa Sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihiI wa sallim,

Allahumma kamaa lathafta fii ‘azhamatika duunal luthofaa', 

wa ‘alauta bi‘azhamatika alal ‘uzhomaa', 

wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyik, 

wa kaanat wasaawisus shuduuri kal’alaaniyyati ‘indaka,

wa ‘alaaniyyatul qauli kassirri fii ‘ilmika, 

wanqaada kullu syai-in li ‘azhomatika, 

wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, 

wa shooro amrud dunyaA wal aakhirati kulluhu biyadika. 

Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,

Allahumma inna ‘afwaka ‘an dzunuubiy,

wa tajaawazaka ‘an khathii’atII, 

wa sitraka alaa qabiihiI a’maaliy, athmi’niy an as-aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, 

wa as-aluka mustaanisan. Wa innakal muhsinu ilayya,

wa anal musii’u ilaa nafsiI fiima baIniI wa bainika, tatawaddadu ilayya bini’matika,

wa atabagghodhu ilaika bilma’AashiI, walakinnatS-tsiqata bika hamalatniI ‘alal Jaraa-ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika ‘alayya.

innaka antat tawaabur rahiim, wa shallallahu alaa sayyidina muhammadin wa aalihi wa shohbihIi wa sallam.


Arti Doa Nabi Khidir AS


Ya Allah, sebagaimana Engkau bersikap lemah lembut dalam keagungan-Mu melebihi segala yang lemah lembut, 

dan Engkau Maha Tinggi degan kegungan-Mu atas segala yang agung, 

dan Engkau Maha Mengetahui apa yang aada di dalam buni-Mu sebagaimana Engkau mengetahui apa yang ada di atas ‘arsy-Mu, 

dan bisikan hati di sisi-Mu sama seperti ucapan terang-terangan, 

dan ucapan terang-terangan sama di sisi-Mu dengan bisikan hati, 

dan tunduklah segala sesuatu kepada keagungan-Mu, 

dan merendahlah segala yang memiliki kekuasaan kepada kekuasaan-Mu, 

dan jadilah perkara dunia dan akhirat berada di tangan-Mu,

jadikanlah bagiku dari segala keluh-kesah yang menimpaku pada sore / pagi hari kelapangan dan jalan keluar darinya. 

Ya Allah, sesungguhnya kemaafan-Mu atas dosa-dosaku, dan penghapusan-Mu atas semua kesalahanku, 

dan penutupan-Mu atas perbuatan burukku,

kesemuanya itu mendorongku untuk memohon kepada-Mu apa-apa yang aku tak pantas menerimanya dari apa-apa yang aku teledor padanya,

aku memohon kepada-Mu dalam keadaan aman, dan aku meminta kepada-Mu denga keadaan rasa senang hati, sedangkan Engkau adalah selalu berbuat baik kepadaku, 

dan aku selalu berbuat jahat terhadap diriku sendiri dalam masalah yang menyangkut hubungan aku dengan Engkau,

Engkau selalu membuatku menyayangi-Mu dengan senantiasa memberi nikmat-Mu kepadaku meskipun Engkau tidak membutuhkan aku, 

dan aku selalu membuat-Mu murka dengan bermaksiat kepada-Mu, akan tetapi kepercayaanku kepada-Mu membawaku untuk berani (memohon) kepada-Mu, 

maka jenguklah aku dengan karunia dan kebaikan-Mu kepadaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang. 

Semoga Shalawat dari Allah senantiasa terlimpah atas Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya sekalian.


Dan menurut beberapa sumber juga di tuliskan doa  Nabi khidir as dan Nabi ilyas as yang masih hidup menguasi dua wilayah yang berbeda lebih tepatnya hidup atau tingal 

di wilayah yang berbeda yaitu nabi khidir as hidup di lautan dan Nabi ilyas hidup di daratan dan gunung 

ketika mereka bertemu di mina setahun sekali mereka berdua berdoa dengan mengucap doa berikut


Doa Nabi Ilyas dan Nabi Khidir As


بِسْمِ اللهِ مَاشَآءَاللهُ لاَيَسُوْقُ اْلخَيْرَ اِلاَّاللهُ بِسْمِ اللهِ مَاشَآءَاللهُ لاَيَصْرِفُ السُّوْءَاِلاَّاللهُ بِسْمِ اللهِ مَاشَآءَاللهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ


“Dengan nama Allah, sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan melainkan Allah; 

sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang menolak kejahatan melainkan Allah; sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, setiap kenikmatan adalah daripada Allah;

 sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan Allah

semoga bermanfaat

Post a Comment for "Doa Nabi Khidir yang mempunyai amalan istimewa"