Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Doa ziarah kubur dan tata cara nya


Doa ziarah kubur dan pelaksanannya


Satria menyadari akan adanya perbedaan yang ada di kalangan kita katakanlah seperti apa yang akan satria tuliskan berikut
jadi sedari awal satria tujukan bagi orang yang meyakini kebolehannya dan meyakini bahwa pahala doa sampai kepada orang meningggal
adapun jika ada diantara teman-teman pembaca yang sedikit berbeda dengan tulisan ini mohon saling menghormati dan bisa anda langsung skip saja

Hadist ziarah kubur

Dalam perjalannya Rasul melarang ziarah namum kemudian membolehkannya berdasarkan hadist


كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا  

Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, (HR. Muslim).  

hal seperti ini yang di namakan nasikh-mansukh  pada awal perbuatan ini di larang namun kemudian karena banyak hikmah yang terkandung di dalamnya 
ataupun mungkin kondisi mental keimanan yang sudah kuat dapat membedakan antara kesyrikan dan bukan maka Rasul pun membolehkannya 

dan satria kira sampai sekarang pun tetap berlaku dimana jika seseorang mendatangi kuburan untuk berbuat syrik maka hal itu tetap di larang seprti zaman dahulu
berbeda jika ia menziarahi sanak saudaranya untuk mendoakan ahli kubur  hal ini seperti yang telah di kisahkan Nabi Muhammad SAW yang menziarahi 
makam Baqi dan mendoakannya dengan mengucapkan salam 


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- - كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- - يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ  

Rasulullah setiap kali giliran menginap di rumah ‘Aisyah, beliau keluar rumah pada akhir malam menuju ke makam Baqi’ seraya mengucapkan salam:
Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukmin.
Segera datang apa yang dijanjikan pada kalian besok. Sungguh, kami Insya Allah akan menyusul kalian. 
Ya Allah ampunilah penghuni kubur Baqi’ Gharqad,” (HR. Muslim).

Dari hadist ini kita bisa melihat tentang praktik ziarah kubur dan juga tentang sampainya doa yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia
dan kebetulan sekali lingkungan satria di besarkan maupun keluarga satria semuanya termasuk orang-orang yang gemar mendoakan para leluhurnya 
biasanya kami ziarah pada hari raya idul fitri selepas bulan Ramadhan atau terkadang Ramadhan akhir menjelang idulfitri
sebenarnya tidak ada waktu khusus kapan di tentukannya berziarah
ini lebih kepada mengambil moment kebersamaan keluarga yang kumpul di acara idul fitri jadi syah-syah saja mau berziarah di luar waktu itu
kendati demikian hukum ziarah kubur bagi muslimah adalah makruh mengingat perempuan mudah resah gelisah hingga menangis karena lemahnya perasaan kaum hawa 
terkecuali jika yang di ziarahi adalah makam Rasul para wali dan orang saleh maka hukumnya adalah sunah karena tidak ada kekhawatiran seorang muslimah akan gelisah,resah dan
menangis karena kesedihan di makam  Nabi ataupun para wali


 (قوله فتكره) أي الزيارة لأنها مظنة لطلب بكائهن ورفع أصواتهن لما فيهن من رقة القلب وكثرة الجزع 


Artinya: Dimakruhkan bagi perempuan berziarah kubur karena hal tersebut cenderung membantu pada kondisi yang melemahkan hati dan jiwa.

Tata cara ziarah kubur 


ketidak khususan dalam pelaksanan dan bacaan doa ziarah kubur menunjukan akan kebebasan untuk membaca rangkaian doa apa saja 
yang cocok atau munasabah dengan situasi yaitu mendoakan ahli kubur
jadi seumpama di jelaskan secara singkat

1 Mengucap salam
  
sebagaimana yang telah di ajarkan Rasullah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta'khiriin. 
Wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. Wa as alullooha lanaa walakumul 'aafiyah.

Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, 
semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, 
saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

2 Duduk bersila
  duduk dengan sopan mengikuti adat masing-masing seperti bersila
3 Membaca al fatihah 3x
4 Membaca surat al falaq
5 Membaca surat an nas
6 Membaca surat al fatihah
7 Membaca awal surat al baqarah
8 Membaca ayat kursi
9 Membaca dzikir dan shalawat seperi dalam bacaan tahlil
10 Bila berkenan bisa di tambah dengan membaca yasin

kemudian bacalah doa ini di akhir

اللهم اوصل ثواب ما قُأناه الى فالن او اليهم

"Allahumma aushil tsawaba maa qara'naahu ilaa fulan [menyebut nama yang diziarahi] au ilaihim."

Artinya: Ya Allah, sampaikanlah pahala apa yang telah kami baca kepada fulan atau mereka.


Tujuan ziarah kubur


Tujuan dalam berzirah kubur intinya mendoakan ahli kubur agar kita yang masih hidup dapat mengingat kematian dan memperbaiki hidup
mendoakan orang yang ada di hadapan kita namun tidak bisa berbuat apa-apa akan mendorong dan mengingatkan kita akan kepasrahan hidup 
mengingatkan kematian yang bisa menimpa diri, kita hanyalah orang yang sedang menunggu giliran mati


Doa Ziarah Kubur


Setelah berdzikir dan membaca ayat-ayat pendek lantas seterusnya di lanjutkan dengan mendoakan 
ahli kubur dengan doa khusus ini


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, 
wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, 
waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, 
wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì."
Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. 
Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì."

Arti doa ziarah kubur


Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. 
Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. 
Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. 
Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. 
Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, 
istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, 
berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. 
Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR. Muslim).



Walaupun dalam berdoa bebas saja mau menggunakan redaksi bacaan yang mana dan yang bisa akan tetapi sebaiknya 
menggunakan rangkaian bacaan doa yang telah di susun oleh para ulama kita
dengan begitu kita tinggal meresapi makna yang terkandung di dalam doa itu agar menambah kekhusyuan dalam berdoa
karena sesungguhnya ziarah kubur harus di lakukan dengan niat yang bersih tidak boleh ada tujuan-tujuan yang bathil seperti meminta wangsit dari orang yang meninggal
maka tata caranya pun haruslah baik dan bersih dari niat niat yang lain 
tidak boleh menduduki kuburan atau berbuat yang tidak sopan 
tidak boleh main-main 
perbanyak membaca sholawat 
jika mempunyai banyak waktu bisa memilih rangkaian doa yang lebih panjang seperti doa berikut


bacaan doa ziarah kubur lengkap beserta artinya sesuai Islam:


“A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.
Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, 
hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, 
allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.
Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, 
wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, 
hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina 
waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, 
wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina 
wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, 
wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, 
min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, 
wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu 
wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, 
kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi 
wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, 
allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, 
allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman 
allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.”

Arti Doa Ziarah kubur lengkap


Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. 
Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, 
sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. 
Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, 
istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, 
sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, 
juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in,
para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, 
serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, 
orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, 
kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. 
Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, 
luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, 
dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, 
dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, 
dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. 
Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.

Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, 
kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. 
Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. 
Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya 
dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. 
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Semoga bermanfaat..


Post a Comment for "Doa ziarah kubur dan tata cara nya"