Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidur dan Problematika hukum yang mengikutinya

3 Waktu yang tidak dianjurkan untuk tidur


Salah satu hak badan kita adalah beristirahat dari aktivitas yang menguras tenaga 
kita di anjurkan memenuhi haknya dengan tujuan dan manfaat yang sebenarnya akan kembali kepada diri kita sendiri
katakan lah hak badan kita untuk istrihat tidur
setelah seharian kita braktifitas dari mencari nafkah untuk keluarga, belajar dan kegiatan kegiatan lainnya 
istirahatkan lah sejenak dan tidurlah agar badan kembali segar dan bugar
ini adalah karunia Alloh swt dan salah satu  tanda dari kebesaran Alloh swt 

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (QS Ar-Rum: 23). 

Badan yang letih dengan tidur bisa kembali segar apalagi jika kita mengetahui cara dan waktu yang tepat untuk menambah kualitas tidur juga durasi tidur yang menyehatkan
umumnya tidur yang baik ialah kisaran 6-8 jam di sertai dengan tidur siang dalam istilah agama disebut qailullah. Bukan tanpa tujuan agama menyertakan tidur siang sebentar 
akan tetapi mempunyai maksud yaitu untuk bisa melaksanakan bangun malam dan mengerjakan sholat atau ibadah yang lainnya

Namun tahukah teman-teman ? Ada 3 waktu yang tidak di anjurkan untuk tidur. 


1.Setelah Shalat Subuh


Tidur setelah sholat subuh dapat mengurangi keberkahan orang tersebut baik dari hilangnya keberkahan harta maupun keberkahan umur
orang yang malas bangun tidur akan mendapat efek buruk rasa malas seperti yang telah satria tuliskan 
Pagi adalah waktu dengan kualitas udara yang segar, aktifitas di pagi hari dapat meningkatkan produktivitas kita 
sejalan dengan pandangan agama akan hal ini, Pagi di pandang adalah waktu di turunkannya keberkahan rezeki dan umur
Habib Zain bin Smith menjelaskan :

النوم بعد الصبح يذهب بركة الرزق والعمر لأن بركة هذه الأمة فى البكور وهو بعد صلاة الفجر إلى طلوع الشمس
.
“Tidur setelah subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur, 
sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari” 
(Habib Zain bin Smith, Fawaid al-Mukhtarah, Hal. 590) 

2. Setelah Ashar


Tidur pada waktu shalat ashar dari mulai adzan masuk ashar sampai magrib adalah waktu yang tidak di anjurkan untuk tidur 
di khawatirkan orang yang tidur pada waktu ini dapat berkuang daya fikirnya 

Dalam salah satu hadits dijelaskan:

“Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri” (HR Ad-Dailami).

3. Tidur sebelum melaksanakan shalat isya

Dalam hal ini larangan tidur sebelum melaksanakan sholat isya lebih merujuk kepada di khawatirkannya terlewat ibadah wajib yaitu shalat isya
satria pun mengalaminya sendiri apa bila tidur sebelum melaksanakan shalat isya akan terasa sulit untuk bangun karena seharian telah bekerja yang mengakibatkan tidur terlalu lelap
sebuah hadist shahih mengatakan

 كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ العِشَاءِ وَالحَدِيثَ بَعْدَهَا البخاري 

“Sesungguhnya Rasululullah tidak senang tidur sebelum shalat Isya’ dan berbincang-bincang setelah shalat Isya'” (HR al-Bukhari).

Waktu Tidur yang di anjurkan syara 


3 Waktu ini sebaiknya di hindari kendati belum memahami secara ilmiyah ataupun secara hikmah yang terkandung
karena larangan atau makruhnya tidur ini tidak semata-mata di larang akan tetapi ada kandungan hikmah di dalamnya
sebagai mana kita menjalankan ibadah atas dasar kepatuhan kepada agama contohnya 
anjuran tidur menurut syara ialah tidur sebentar di waktu siang  atau lebih di kenal dengan sebutan qailullah karena ada hikmah di dalamnya
Dalam hadits dijelaskan: 

قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَقِيلُ 

“Tidurlah qailulah (siang hari) kalian, sesungguhnya Syetan tidak tidur di waktu qailulah” (HR ath-Thabrani) 


karena tujuan manusia di ciptakan di dunia untuk beribadah kepada Alloh maka aktivitasnya pun harus merujuk dan mengantarkan kepada kemudahan ibadah itu dilaksanakan.
seperti fungsi dari qailulah ini di harapkan dengan tidur siang sebentar akan memudahkan seseorang untuk bangun di malam hari melaksanakan shalat malam, berdzikir dan ibadah yang  lainnya

Waktu Haram Tidur


Menjelaskan lebih terperinci tentang kemakruhan tidur setelah datang waktu sholat isya 
di sini ada beberapa kasus yang akan terjadi bila waktunya semisal bukan isya akan tetapi umum ketika datang sholat fardhu

Di Makruhkan tidur ketika sudah memasuki waktu sholat jika 


a. Sekiranya ada orang yang akan membangunkan ia sebelum habis waktu shalat
b. Adanya dugaan kuat bisa terbangun sebelum habis waktu shalat
c. Tidur sebelum datang waktu shalat karena di khawatirkan akan terlelap sampai waktu shalat habis

Di Haramkan tidur ketika sudah memasuki sholat 


Bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya

 
Tidak di Makruhkan dan Tidak di Haramkan tidur ketika sudah memasuki sholat


Akan tetapi hukum tidur sebelum melaksanakan sholat dapat berubah secara hukum jika kondisi dan situasinya berbeda misal
seseorang yang sangat keletihan dan ngantuk berat Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam I’anatul Thalibin menjelaskan:

 فإن غلب لا يحرم ولايكر

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula” 
selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Abu bakar Syatha berpandangan tidur sesudah waktu sholat dan belum melaksanakannya 
ialah tidak di makruhkan dan tidak di haramkan

Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, 
dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah). 

kendati demikian sebagai muslim yang taat kita haruslah berusaha untuk melaksanakan kewajiban terlebih dahulu
sehingga kita akan selalu berusaha untuk terlebih dahulu mengerjakan sholat barulah kemudian tidur
karena dapat di pahami bahwa menunda sholat dengan tidur akibat kantuk yang berat sejatinya untuk menjaga kualitas ibadah shalat yang khusyu, tenang dan fokus 
seperti di tegurnya sahabat oleh Rasul yang beribadah sepanjang malam yang mengakibatkan ia terlihat lemas di pagi hari
berikanlah hak tubuh untuk beristrahat dan tidurlah dengan tidak melanggar aturan dan kewajiban yang lain seperti tertinggalnya sholat karena tertidur.

Demikian lah yang dapat satria share dari bermacam sumber semoga menjadi kebaikan dan mulai mengatur dan memperhatikan kualitas tidur kita agar dapat memenuhi hak tubuh namun
tidak bertentangan dengan aturan agama karena telah meninggalkan kewajiban yang lain


semoga bermanfaat

Post a Comment for "Tidur dan Problematika hukum yang mengikutinya"